Skip to main content

Program Expert HAKI: Kepemimpinan dan Inovasi Global

Durasi: 6 Hari Intensif

Target Peserta: Profesional HAKI tingkat senior, eksekutif bisnis, pengacara internasional, dan akademisi yang ingin menjadi pemimpin dalam ekosistem HAKI global.
Output: Sertifikasi Expert HAKI dan rencana aksi strategis untuk memimpin pengelolaan HAKI di tingkat global.


Hari 1: Strategi Kebijakan Global dalam HAKI

Topik Utama:

  1. Peran Organisasi Internasional dalam HAKI:
    • WIPO, WTO, TRIPS Agreement, dan kontribusinya terhadap kebijakan global.
  2. Harmonisasi Hukum HAKI Lintas Negara:
    • Mengatasi perbedaan hukum HAKI antar negara melalui kebijakan bersama.
  3. Advokasi untuk Regulasi yang Adil:
    • Membentuk kebijakan yang melindungi kreator lokal di pasar global.

Latihan:

  • Susun proposal kebijakan HAKI untuk menghadapi tantangan global, seperti pembajakan digital atau perlindungan teknologi hijau.

Hari 2: Resolusi Sengketa Internasional Kompleks

Topik Utama:

  1. Litigasi Multi-Jurisdiksi:
    • Strategi untuk menangani sengketa HAKI yang melibatkan banyak negara.
  2. Arbitrase dan Mediasi Internasional:
    • Pemanfaatan ICC atau WIPO Arbitration Center untuk penyelesaian sengketa.
  3. Perlindungan HAKI dalam Free Trade Agreements (FTA):
    • Cara FTA dapat membantu melindungi aset HAKI di pasar luar negeri.

Latihan:

  • Simulasikan penyelesaian sengketa HAKI di forum arbitrase internasional.

Hari 3: Teknologi Canggih untuk Perlindungan HAKI

Topik Utama:

  1. Blockchain dan HAKI:
    • Penggunaan blockchain untuk melacak dan mencatat kepemilikan HAKI.
  2. AI dan Big Data untuk Deteksi Pelanggaran:
    • Menggunakan AI untuk memantau pelanggaran HAKI di internet.
  3. NFT dan Inovasi Hak Digital:
    • Cara memanfaatkan NFT untuk monetisasi dan otentikasi karya.

Latihan:

  • Rancang sistem berbasis blockchain untuk mengelola portofolio HAKI.

Hari 4: Forensik dan Investigasi HAKI

Topik Utama:

  1. Forensik Digital untuk HAKI:
    • Teknik mendeteksi pembajakan digital dan pemalsuan produk.
  2. Investigasi Global:
    • Melibatkan otoritas lokal dan internasional untuk menindak pelanggaran.
  3. Pembuktian dalam Sengketa:
    • Teknik pengumpulan bukti yang valid untuk litigasi internasional.

Latihan:

  • Simulasikan investigasi pelanggaran HAKI menggunakan forensik digital.

Hari 5: Kepemimpinan Global dalam Ekosistem HAKI

Topik Utama:

  1. Membangun Ekosistem Kolaboratif:
    • Memimpin konsorsium global untuk pengelolaan HAKI.
  2. Advokasi dan Pengaruh Global:
    • Berperan dalam forum internasional untuk memperjuangkan hak kreator lokal.
  3. Pengembangan Kebijakan Nasional dan Global:
    • Menyusun kebijakan nasional yang sejalan dengan standar global.

Latihan:

  • Rancang strategi kepemimpinan untuk memperkuat posisi HAKI di komunitas global.

Hari 6: Implementasi dan Evaluasi Strategi

Topik Utama:

  1. Evaluasi Portofolio HAKI Global:
    • Menilai efektivitas perlindungan dan monetisasi HAKI Anda.
  2. Rencana Aksi Jangka Panjang:
    • Merancang roadmap 5 tahun untuk pengelolaan HAKI yang berkelanjutan.
  3. Pengelolaan Risiko:
    • Strategi mitigasi risiko dalam sengketa dan pelanggaran HAKI.

Latihan:

  • Susun rencana aksi strategis untuk portofolio HAKI Anda, mencakup perlindungan, inovasi, dan monetisasi.

Output Program

  1. Sertifikasi Expert HAKI:

    • Sertifikat yang mengakui keahlian Anda dalam pengelolaan HAKI global.
  2. Rencana Strategis Pribadi:

    • Dokumen rencana aksi 5 tahun untuk memimpin pengelolaan HAKI.
  3. Jaringan Global:

    • Kesempatan untuk berkolaborasi dengan peserta lain dan mentor dalam ekosistem HAKI.

Comments

Popular posts from this blog

Modul HAKI Advanced - Hari 4: Studi Kasus dan Strategi Monetisasi HAKI di Era Modern

Topik Utama: Pemanfaatan HAKI sebagai aset strategis untuk menghasilkan keuntungan di era digital dan globalisasi. Tujuan Pembelajaran: Menganalisis studi kasus monetisasi HAKI yang berhasil dan kegagalannya. Merancang strategi monetisasi HAKI berbasis teknologi modern. Memahami tren dan peluang monetisasi HAKI di masa depan. 1. Studi Kasus Monetisasi HAKI A. Kasus Sukses: LEGO dan Hak Desain Latar Belakang: LEGO mendaftarkan desain bata interlocking mereka sebagai desain industri di seluruh dunia. Setelah menghadapi tantangan dari produsen tiruan, LEGO berhasil mempertahankan hak desainnya di beberapa yurisdiksi. Strategi Monetisasi: Menggunakan hak desain untuk mencegah pesaing membuat produk serupa. Memperluas merek dengan lisensi, seperti film LEGO dan kemitraan dengan franchise lain (misalnya, Star Wars). Pembelajaran: Perlindungan HAKI yang kuat memungkinkan perusahaan mempertahankan pangsa pasar. Diversifikasi merek menciptakan peluang monetisasi baru. B. Kasus Gagal: Nokia dan...

Modul HAKI DASAR Hari 4: Penegakan Hukum dan Pelanggaran HAKI

  Topik Utama: Tantangan, Solusi, dan Penanganan Royalti Tujuan Pembelajaran: Memahami mekanisme penegakan hukum HAKI di Indonesia. Mengidentifikasi tantangan dalam perlindungan HAKI. Mengetahui cara menarik royalti dari karya yang dilindungi HAKI. 1. Penegakan Hukum HAKI di Indonesia Penegakan hukum HAKI bertujuan melindungi hak pemilik dari pelanggaran seperti pembajakan, peniruan merek, atau penggunaan tanpa izin. Mekanisme Penegakan Hukum: Non-Litigasi (Di Luar Pengadilan): Mediasi dan Negosiasi: Penyelesaian sengketa secara damai antara pihak yang bersengketa. Arbitrase: Menggunakan lembaga arbitrase seperti BANI untuk penyelesaian cepat tanpa pengadilan. Litigasi (Melalui Pengadilan): Ajukan gugatan ke Pengadilan Niaga untuk sengketa merek, desain industri, atau paten. Proses melibatkan pemeriksaan bukti dan keputusan hakim. Laporan Pidana: Pelanggaran HAKI dapat dilaporkan ke polisi karena termasuk tindak pidana. Dasar hukum: UU HAKI terkait, seperti UU No. 20 Tahun 2016...

Program Expert HAKI - Hari 3: Teknologi Canggih untuk Perlindungan HAKI

Topik Utama: Integrasi teknologi modern seperti blockchain, AI, dan NFT untuk meningkatkan perlindungan, pengelolaan, dan monetisasi HAKI. Tujuan Pembelajaran: Memahami aplikasi teknologi blockchain, AI, dan NFT dalam pengelolaan HAKI. Mengembangkan sistem otomatisasi untuk mencatat, melacak, dan melindungi aset HAKI. Menganalisis tantangan dan peluang yang muncul dari adopsi teknologi canggih di bidang HAKI. 1. Blockchain untuk Perlindungan dan Pengelolaan HAKI A. Apa itu Blockchain? Definisi: Teknologi ledger digital yang mencatat transaksi secara transparan, aman, dan tidak dapat diubah. Keunggulan: Meningkatkan kepercayaan dalam mencatat kepemilikan HAKI. Mencegah pemalsuan data kepemilikan atau distribusi. B. Aplikasi Blockchain dalam HAKI Pencatatan Hak Cipta: Blockchain digunakan untuk mencatat waktu penciptaan karya, bukti kepemilikan, dan lisensi. Contoh: Seniman mencatat karya seni mereka di platform berbasis blockchain seperti Verisart . Pelacakan Lisensi dan Royalti: Smar...