Skip to main content

Modul Master HAKI: Inovasi, Litigasi, dan Kepemimpinan Global

Durasi: 5 Hari

Target Peserta: Profesional senior di bidang HAKI, pemilik bisnis, dan pengacara yang menangani kasus-kasus kompleks terkait HAKI.

Tujuan Modul:

  1. Menguasai strategi manajemen HAKI di tingkat global.
  2. Mengembangkan kemampuan litigasi HAKI untuk kasus besar.
  3. Mengintegrasikan teknologi canggih dan tren global untuk inovasi dan perlindungan HAKI.
  4. Membangun kemampuan kepemimpinan dan pengaruh dalam ekosistem HAKI.

Hari 1: Manajemen Portofolio HAKI Global

1. Analisis dan Pengelolaan Portofolio HAKI

  1. Identifikasi Aset HAKI:

    • Evaluasi semua aset HAKI (merek, paten, hak cipta, desain industri) yang dimiliki.
    • Prioritaskan aset berdasarkan nilai strategis dan pasar potensial.
  2. Strategi Pendaftaran Multi-Nasional:

    • Manfaatkan Madrid Protocol, PCT, atau sistem lainnya untuk pendaftaran global.
    • Tentukan wilayah pendaftaran berdasarkan analisis pasar.
  3. Audit Kepatuhan dan Risiko:

    • Audit status pendaftaran HAKI di berbagai negara.
    • Identifikasi pelanggaran atau potensi pembajakan di pasar internasional.

2. Latihan:

  1. Susun rencana pengelolaan portofolio HAKI untuk perusahaan besar.
  2. Identifikasi risiko dan peluang di pasar global.

Hari 2: Strategi Litigasi dan Negosiasi dalam Sengketa HAKI

1. Litigasi HAKI yang Kompleks

  1. Strategi Pre-Litigasi:

    • Siapkan dokumen yang relevan, seperti bukti kepemilikan dan pelanggaran.
    • Kirim somasi atau tawarkan penyelesaian damai sebelum litigasi.
  2. Litigasi di Pengadilan Niaga:

    • Proses hukum untuk kasus pelanggaran merek, paten, atau desain di Indonesia.
  3. Litigasi Internasional:

    • Gunakan forum arbitrase seperti ICC atau WIPO Arbitration and Mediation Center untuk kasus lintas negara.

2. Teknik Negosiasi

  1. Pendekatan Kolaboratif:
    • Usahakan penyelesaian yang menguntungkan kedua belah pihak (win-win solution).
  2. Penyelesaian Kompensasi:
    • Negosiasikan royalti, lisensi ulang, atau ganti rugi sebagai solusi.

Latihan:

  1. Simulasikan negosiasi sengketa HAKI dengan mitra bisnis global.
  2. Rancang strategi litigasi untuk kasus pelanggaran HAKI kompleks.

Hari 3: Inovasi dan Tren Masa Depan dalam HAKI

1. Teknologi Canggih untuk HAKI

  1. Blockchain untuk Transparansi:
    • Gunakan blockchain untuk mencatat dan melacak penggunaan HAKI.
  2. AI dalam Inovasi HAKI:
    • Integrasikan AI untuk menciptakan karya baru dan mendeteksi pelanggaran.

2. Tren Baru dalam Monetisasi HAKI

  1. NFT dan Monetisasi Digital:
    • Gunakan NFT untuk menjual dan melisensikan karya digital.
  2. Lisensi Teknologi Hijau:
    • Pateni teknologi ramah lingkungan dan lisensikan ke perusahaan global.

Latihan:

  1. Rancang model bisnis berbasis NFT untuk aset HAKI.
  2. Simulasikan strategi monetisasi untuk paten teknologi baru.

Hari 4: Kepemimpinan Global dalam HAKI

1. Mengelola Ekosistem HAKI

  1. Membangun Kolaborasi Global:
    • Jalin kemitraan dengan perusahaan, universitas, atau lembaga riset internasional.
  2. Peran dalam Asosiasi HAKI:
    • Berpartisipasi aktif dalam organisasi global seperti WIPO.

2. Strategi Meningkatkan Reputasi

  1. Publikasi dan Pameran:
    • Tampilkan aset HAKI dalam konferensi atau pameran internasional.
  2. Advokasi Hukum:
    • Berkontribusi pada pengembangan kebijakan HAKI di tingkat nasional dan internasional.

Latihan:

  1. Simulasikan peran Anda dalam organisasi global HAKI.
  2. Rancang strategi untuk meningkatkan pengaruh Anda dalam komunitas HAKI.

Hari 5: Studi Kasus dan Evaluasi Strategi

1. Studi Kasus Global

  1. Kasus Sukses:
    • Analisis kasus Apple vs. Samsung (desain industri).
  2. Kasus Gagal:
    • Pelajari kegagalan Nokia dalam memanfaatkan portofolio patennya.

2. Rencana Aksi Pribadi

  1. Identifikasi peluang untuk memperluas portofolio HAKI Anda.
  2. Tugas:
    • Susun strategi jangka panjang untuk pengelolaan, litigasi, dan monetisasi HAKI Anda.

Comments

Popular posts from this blog

Modul HAKI Advanced - Hari 4: Studi Kasus dan Strategi Monetisasi HAKI di Era Modern

Topik Utama: Pemanfaatan HAKI sebagai aset strategis untuk menghasilkan keuntungan di era digital dan globalisasi. Tujuan Pembelajaran: Menganalisis studi kasus monetisasi HAKI yang berhasil dan kegagalannya. Merancang strategi monetisasi HAKI berbasis teknologi modern. Memahami tren dan peluang monetisasi HAKI di masa depan. 1. Studi Kasus Monetisasi HAKI A. Kasus Sukses: LEGO dan Hak Desain Latar Belakang: LEGO mendaftarkan desain bata interlocking mereka sebagai desain industri di seluruh dunia. Setelah menghadapi tantangan dari produsen tiruan, LEGO berhasil mempertahankan hak desainnya di beberapa yurisdiksi. Strategi Monetisasi: Menggunakan hak desain untuk mencegah pesaing membuat produk serupa. Memperluas merek dengan lisensi, seperti film LEGO dan kemitraan dengan franchise lain (misalnya, Star Wars). Pembelajaran: Perlindungan HAKI yang kuat memungkinkan perusahaan mempertahankan pangsa pasar. Diversifikasi merek menciptakan peluang monetisasi baru. B. Kasus Gagal: Nokia dan...

Modul HAKI DASAR Hari 4: Penegakan Hukum dan Pelanggaran HAKI

  Topik Utama: Tantangan, Solusi, dan Penanganan Royalti Tujuan Pembelajaran: Memahami mekanisme penegakan hukum HAKI di Indonesia. Mengidentifikasi tantangan dalam perlindungan HAKI. Mengetahui cara menarik royalti dari karya yang dilindungi HAKI. 1. Penegakan Hukum HAKI di Indonesia Penegakan hukum HAKI bertujuan melindungi hak pemilik dari pelanggaran seperti pembajakan, peniruan merek, atau penggunaan tanpa izin. Mekanisme Penegakan Hukum: Non-Litigasi (Di Luar Pengadilan): Mediasi dan Negosiasi: Penyelesaian sengketa secara damai antara pihak yang bersengketa. Arbitrase: Menggunakan lembaga arbitrase seperti BANI untuk penyelesaian cepat tanpa pengadilan. Litigasi (Melalui Pengadilan): Ajukan gugatan ke Pengadilan Niaga untuk sengketa merek, desain industri, atau paten. Proses melibatkan pemeriksaan bukti dan keputusan hakim. Laporan Pidana: Pelanggaran HAKI dapat dilaporkan ke polisi karena termasuk tindak pidana. Dasar hukum: UU HAKI terkait, seperti UU No. 20 Tahun 2016...

Program Expert HAKI - Hari 3: Teknologi Canggih untuk Perlindungan HAKI

Topik Utama: Integrasi teknologi modern seperti blockchain, AI, dan NFT untuk meningkatkan perlindungan, pengelolaan, dan monetisasi HAKI. Tujuan Pembelajaran: Memahami aplikasi teknologi blockchain, AI, dan NFT dalam pengelolaan HAKI. Mengembangkan sistem otomatisasi untuk mencatat, melacak, dan melindungi aset HAKI. Menganalisis tantangan dan peluang yang muncul dari adopsi teknologi canggih di bidang HAKI. 1. Blockchain untuk Perlindungan dan Pengelolaan HAKI A. Apa itu Blockchain? Definisi: Teknologi ledger digital yang mencatat transaksi secara transparan, aman, dan tidak dapat diubah. Keunggulan: Meningkatkan kepercayaan dalam mencatat kepemilikan HAKI. Mencegah pemalsuan data kepemilikan atau distribusi. B. Aplikasi Blockchain dalam HAKI Pencatatan Hak Cipta: Blockchain digunakan untuk mencatat waktu penciptaan karya, bukti kepemilikan, dan lisensi. Contoh: Seniman mencatat karya seni mereka di platform berbasis blockchain seperti Verisart . Pelacakan Lisensi dan Royalti: Smar...