Di sebuah pesisir, terbentang pemukiman yang terhimpit antara laut dan ladang garam. Dari kejauhan tampak siluet rumah-rumah reyot berderet memunggungi angin, seolah menunduk di bawah beban waktu. Di sinilah hidup dua insan—yang satu memijak usia muda dengan pundak tegar, yang laginya menyimpan bekas jejak hari yang panjang di garis kerut wajahnya. ### 1. Saka: Biar Letih, Harus Bergerak Saka, pemuda yang tubuhnya kurus, berkulit legam oleh sengatan sinar matahari, adalah anak negeri yang lahir bukan dari tanah subur kemudahan, melainkan dari debu yang berserak di pinggir jalan. Ia mengenal dunia sebagai arena dagang naskah hidup yang ditawarkan tanpa jaminan. Pagi-pagi buta, ketika kabut laut belum usai menebalkan udara, ia sudah memanaskan motor bututnya, mencabut nafas panjang, dan menebar energi untuk siapa pun yang memerlukan jasanya—mengantar barang, menuntun troli keranjang, atau memunggungi jerih lelah demi bayaran yang kerap tak lebih dari luka kecil pada tangan. Dalam ca...