Skip to main content

Modul HAKI Intermediate - Hari 2: Perjanjian dan Kontrak Lisensi Internasional

Topik Utama: Pembuatan perjanjian lisensi yang kompleks, termasuk aspek hukum lintas negara.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Memahami elemen penting dalam perjanjian lisensi internasional.
  2. Menyusun draft perjanjian yang mencakup ketentuan hukum lintas negara.
  3. Mempelajari tantangan dan strategi dalam membuat lisensi internasional.

1. Pendahuluan

Perjanjian lisensi internasional melibatkan transfer hak penggunaan HAKI ke pihak di negara lain. Hal ini memberikan peluang untuk memperluas pasar, tetapi juga menimbulkan tantangan terkait perbedaan hukum, budaya, dan sistem ekonomi.

Manfaat Lisensi Internasional:

  • Memperluas jangkauan geografis HAKI.
  • Meningkatkan pendapatan melalui pasar baru.
  • Memperkuat posisi global sebagai pemilik HAKI.

Tantangan:

  • Perbedaan hukum HAKI antar negara.
  • Kesulitan penegakan hukum di negara mitra.
  • Risiko pelanggaran atau penyalahgunaan HAKI.

2. Elemen Penting Perjanjian Lisensi Internasional

A. Pihak dalam Perjanjian

  • Identitas pemilik HAKI dan penerima lisensi harus jelas, termasuk status hukum masing-masing.

B. Lingkup Lisensi

  1. Hak yang Diberikan:
    • Hak penggunaan, distribusi, atau reproduksi.
  2. Lingkup Geografis:
    • Negara-negara tempat HAKI dapat digunakan.

C. Nilai Royalti dan Pembayaran

  • Tentukan model pembayaran:
    1. Flat Fee: Pembayaran tunggal.
    2. Royalti: Persentase dari pendapatan penerima lisensi.
  • Atur cara pembayaran lintas negara (transfer bank, PayPal, dll).

D. Durasi dan Pembaruan

  • Tentukan durasi perjanjian dan opsi perpanjangan.

E. Klausul Hukum yang Berlaku

  1. Pilihan Hukum (Choice of Law):
    • Tentukan negara mana yang hukum HAKI-nya akan berlaku.
    • Misalnya: "Hukum Indonesia berlaku dalam sengketa ini."
  2. Penyelesaian Sengketa:
    • Mediasi, arbitrase internasional (contoh: ICC), atau pengadilan.

F. Perlindungan HAKI

  1. Larangan modifikasi atau penggunaan tanpa izin.
  2. Ketentuan untuk menangani pelanggaran.

G. Pelanggaran dan Sanksi

  • Tentukan konsekuensi atas pelanggaran, seperti denda atau penghentian perjanjian.

3. Studi Kasus

Kasus:

Seorang fotografer Indonesia memberikan lisensi eksklusif kepada sebuah agen pariwisata internasional untuk menggunakan fotonya dalam kampanye promosi global.

  1. Hak yang Diberikan:

    • Penggunaan foto pada media digital dan cetak selama 3 tahun.
  2. Royalti:

    • 10% dari pendapatan agen yang terkait dengan kampanye.
  3. Lingkup Geografis:

    • Seluruh dunia kecuali Indonesia (karena digunakan oleh pihak lokal).
  4. Penyelesaian Sengketa:

    • Arbitrase internasional melalui Singapore International Arbitration Centre (SIAC).

4. Latihan Hari 2

Latihan 1: Menyusun Draft Lisensi Internasional

  1. Pilih satu HAKI (misalnya, merek, desain industri, atau hak cipta).
  2. Susun draft lisensi internasional yang mencakup:
    • Hak yang diberikan.
    • Lingkup geografis.
    • Nilai royalti dan metode pembayaran.
    • Penyelesaian sengketa.

Latihan 2: Analisis Risiko

  1. Diskusikan potensi risiko dalam lisensi internasional, seperti:
    • Ketidakpatuhan penerima lisensi.
    • Pelanggaran hukum di negara mitra.
  2. Tugas:
    • Tulis langkah mitigasi untuk mengatasi risiko tersebut.

Latihan 3: Studi Kasus

  1. Pilih studi kasus di atas.
  2. Diskusikan:
    • Apakah klausul yang digunakan sudah cukup untuk melindungi pemilik HAKI?
    • Apa yang bisa ditambahkan untuk memperkuat perjanjian

Comments

Popular posts from this blog

Modul HAKI Advanced - Hari 4: Studi Kasus dan Strategi Monetisasi HAKI di Era Modern

Topik Utama: Pemanfaatan HAKI sebagai aset strategis untuk menghasilkan keuntungan di era digital dan globalisasi. Tujuan Pembelajaran: Menganalisis studi kasus monetisasi HAKI yang berhasil dan kegagalannya. Merancang strategi monetisasi HAKI berbasis teknologi modern. Memahami tren dan peluang monetisasi HAKI di masa depan. 1. Studi Kasus Monetisasi HAKI A. Kasus Sukses: LEGO dan Hak Desain Latar Belakang: LEGO mendaftarkan desain bata interlocking mereka sebagai desain industri di seluruh dunia. Setelah menghadapi tantangan dari produsen tiruan, LEGO berhasil mempertahankan hak desainnya di beberapa yurisdiksi. Strategi Monetisasi: Menggunakan hak desain untuk mencegah pesaing membuat produk serupa. Memperluas merek dengan lisensi, seperti film LEGO dan kemitraan dengan franchise lain (misalnya, Star Wars). Pembelajaran: Perlindungan HAKI yang kuat memungkinkan perusahaan mempertahankan pangsa pasar. Diversifikasi merek menciptakan peluang monetisasi baru. B. Kasus Gagal: Nokia dan...

Modul HAKI DASAR Hari 4: Penegakan Hukum dan Pelanggaran HAKI

  Topik Utama: Tantangan, Solusi, dan Penanganan Royalti Tujuan Pembelajaran: Memahami mekanisme penegakan hukum HAKI di Indonesia. Mengidentifikasi tantangan dalam perlindungan HAKI. Mengetahui cara menarik royalti dari karya yang dilindungi HAKI. 1. Penegakan Hukum HAKI di Indonesia Penegakan hukum HAKI bertujuan melindungi hak pemilik dari pelanggaran seperti pembajakan, peniruan merek, atau penggunaan tanpa izin. Mekanisme Penegakan Hukum: Non-Litigasi (Di Luar Pengadilan): Mediasi dan Negosiasi: Penyelesaian sengketa secara damai antara pihak yang bersengketa. Arbitrase: Menggunakan lembaga arbitrase seperti BANI untuk penyelesaian cepat tanpa pengadilan. Litigasi (Melalui Pengadilan): Ajukan gugatan ke Pengadilan Niaga untuk sengketa merek, desain industri, atau paten. Proses melibatkan pemeriksaan bukti dan keputusan hakim. Laporan Pidana: Pelanggaran HAKI dapat dilaporkan ke polisi karena termasuk tindak pidana. Dasar hukum: UU HAKI terkait, seperti UU No. 20 Tahun 2016...

Program Expert HAKI - Hari 3: Teknologi Canggih untuk Perlindungan HAKI

Topik Utama: Integrasi teknologi modern seperti blockchain, AI, dan NFT untuk meningkatkan perlindungan, pengelolaan, dan monetisasi HAKI. Tujuan Pembelajaran: Memahami aplikasi teknologi blockchain, AI, dan NFT dalam pengelolaan HAKI. Mengembangkan sistem otomatisasi untuk mencatat, melacak, dan melindungi aset HAKI. Menganalisis tantangan dan peluang yang muncul dari adopsi teknologi canggih di bidang HAKI. 1. Blockchain untuk Perlindungan dan Pengelolaan HAKI A. Apa itu Blockchain? Definisi: Teknologi ledger digital yang mencatat transaksi secara transparan, aman, dan tidak dapat diubah. Keunggulan: Meningkatkan kepercayaan dalam mencatat kepemilikan HAKI. Mencegah pemalsuan data kepemilikan atau distribusi. B. Aplikasi Blockchain dalam HAKI Pencatatan Hak Cipta: Blockchain digunakan untuk mencatat waktu penciptaan karya, bukti kepemilikan, dan lisensi. Contoh: Seniman mencatat karya seni mereka di platform berbasis blockchain seperti Verisart . Pelacakan Lisensi dan Royalti: Smar...