Skip to main content

Pengembangan untuk Materi Intermediate HAKI

 

1. Perluasan Materi untuk Modul Intermediet HAKI

A. Strategi Komersialisasi HAKI

  1. Mengoptimalkan Royalti:

    • Model lisensi eksklusif vs non-eksklusif.
    • Cara meningkatkan nilai komersial HAKI, seperti co-branding dan diversifikasi produk.
  2. Monetisasi Paten dan Desain Industri:

    • Studi kasus: Startup yang sukses memonetisasi paten melalui lisensi global.
    • Tantangan dalam monetisasi paten di sektor teknologi dan kesehatan.
  3. Franchising:

    • Menggunakan merek sebagai aset dalam bisnis waralaba.

B. Perjanjian dan Kontrak Lanjutan

  1. Kontrak Lisensi Internasional:

    • Klausul tambahan untuk menangani perbedaan hukum antar negara.
    • Peran arbitrase internasional dalam sengketa HAKI.
  2. Perjanjian Non-Disclosure Agreement (NDA):

    • Perlindungan HAKI dalam konteks rahasia dagang.
    • Contoh: Kontrak vendor teknologi yang melibatkan NDA.

C. Analisis Risiko dalam HAKI

  1. Pelanggaran Digital:

    • Tantangan dalam melindungi HAKI di era digital, seperti pembajakan film/musik dan pelanggaran hak cipta di platform online.
    • Strategi menggunakan teknologi blockchain untuk melindungi HAKI.
  2. Pencegahan Pelanggaran HAKI:

    • Prosedur audit HAKI untuk perusahaan.
    • Pengawasan pasar untuk melacak penggunaan ilegal merek atau desain.

D. Isu Spesifik dan Tren HAKI

  1. HAKI dan Industri Kreatif:

    • Peran HAKI dalam mendukung pertumbuhan sektor kreatif, seperti fesyen, musik, dan seni digital.
    • Studi kasus: NFT (Non-Fungible Token) sebagai bentuk baru perlindungan HAKI.
  2. Globalisasi HAKI:

    • Harmonisasi aturan HAKI di tingkat internasional.
    • Tantangan perusahaan Indonesia dalam mendaftarkan merek atau paten di luar negeri.
  3. HAKI untuk UMKM:

    • Strategi sederhana untuk membantu UMKM mendaftarkan dan melindungi HAKI.

2. Struktur Modul Intermediet

  • Hari 1: Strategi Komersialisasi HAKI
    Fokus pada cara memanfaatkan HAKI sebagai aset bisnis dan penghasilan pasif.

  • Hari 2: Perjanjian Lanjutan dan Kontrak Internasional
    Pelajari pembuatan perjanjian yang kompleks, termasuk aspek hukum lintas negara.

  • Hari 3: Pencegahan dan Mitigasi Risiko Pelanggaran HAKI
    Pelatihan pada metode pengawasan dan penegakan hukum di era digital.

  • Hari 4: Studi Kasus dan Tren HAKI di Industri Modern
    Diskusi berbasis kasus nyata yang mencerminkan tantangan dan peluang di dunia HAKI.


3. Latihan untuk Modul Intermediet

  1. Simulasi Komersialisasi:

    • Peserta membuat rencana bisnis berbasis HAKI, seperti lisensi paten atau merek waralaba.
  2. Draft Kontrak Lanjutan:

    • Peserta membuat draft perjanjian lisensi internasional, termasuk klausul tambahan untuk perlindungan.
  3. Analisis Risiko:

    • Peserta mengidentifikasi risiko dalam kasus nyata, seperti pembajakan merek di marketplace online.
  4. Diskusi Tren:

    • Peserta menganalisis studi kasus tentang NFT atau blockchain dalam perlindungan HAKI.

Comments

Popular posts from this blog

Modul HAKI Advanced - Hari 4: Studi Kasus dan Strategi Monetisasi HAKI di Era Modern

Topik Utama: Pemanfaatan HAKI sebagai aset strategis untuk menghasilkan keuntungan di era digital dan globalisasi. Tujuan Pembelajaran: Menganalisis studi kasus monetisasi HAKI yang berhasil dan kegagalannya. Merancang strategi monetisasi HAKI berbasis teknologi modern. Memahami tren dan peluang monetisasi HAKI di masa depan. 1. Studi Kasus Monetisasi HAKI A. Kasus Sukses: LEGO dan Hak Desain Latar Belakang: LEGO mendaftarkan desain bata interlocking mereka sebagai desain industri di seluruh dunia. Setelah menghadapi tantangan dari produsen tiruan, LEGO berhasil mempertahankan hak desainnya di beberapa yurisdiksi. Strategi Monetisasi: Menggunakan hak desain untuk mencegah pesaing membuat produk serupa. Memperluas merek dengan lisensi, seperti film LEGO dan kemitraan dengan franchise lain (misalnya, Star Wars). Pembelajaran: Perlindungan HAKI yang kuat memungkinkan perusahaan mempertahankan pangsa pasar. Diversifikasi merek menciptakan peluang monetisasi baru. B. Kasus Gagal: Nokia dan...

Modul HAKI DASAR Hari 4: Penegakan Hukum dan Pelanggaran HAKI

  Topik Utama: Tantangan, Solusi, dan Penanganan Royalti Tujuan Pembelajaran: Memahami mekanisme penegakan hukum HAKI di Indonesia. Mengidentifikasi tantangan dalam perlindungan HAKI. Mengetahui cara menarik royalti dari karya yang dilindungi HAKI. 1. Penegakan Hukum HAKI di Indonesia Penegakan hukum HAKI bertujuan melindungi hak pemilik dari pelanggaran seperti pembajakan, peniruan merek, atau penggunaan tanpa izin. Mekanisme Penegakan Hukum: Non-Litigasi (Di Luar Pengadilan): Mediasi dan Negosiasi: Penyelesaian sengketa secara damai antara pihak yang bersengketa. Arbitrase: Menggunakan lembaga arbitrase seperti BANI untuk penyelesaian cepat tanpa pengadilan. Litigasi (Melalui Pengadilan): Ajukan gugatan ke Pengadilan Niaga untuk sengketa merek, desain industri, atau paten. Proses melibatkan pemeriksaan bukti dan keputusan hakim. Laporan Pidana: Pelanggaran HAKI dapat dilaporkan ke polisi karena termasuk tindak pidana. Dasar hukum: UU HAKI terkait, seperti UU No. 20 Tahun 2016...

Program Expert HAKI - Hari 3: Teknologi Canggih untuk Perlindungan HAKI

Topik Utama: Integrasi teknologi modern seperti blockchain, AI, dan NFT untuk meningkatkan perlindungan, pengelolaan, dan monetisasi HAKI. Tujuan Pembelajaran: Memahami aplikasi teknologi blockchain, AI, dan NFT dalam pengelolaan HAKI. Mengembangkan sistem otomatisasi untuk mencatat, melacak, dan melindungi aset HAKI. Menganalisis tantangan dan peluang yang muncul dari adopsi teknologi canggih di bidang HAKI. 1. Blockchain untuk Perlindungan dan Pengelolaan HAKI A. Apa itu Blockchain? Definisi: Teknologi ledger digital yang mencatat transaksi secara transparan, aman, dan tidak dapat diubah. Keunggulan: Meningkatkan kepercayaan dalam mencatat kepemilikan HAKI. Mencegah pemalsuan data kepemilikan atau distribusi. B. Aplikasi Blockchain dalam HAKI Pencatatan Hak Cipta: Blockchain digunakan untuk mencatat waktu penciptaan karya, bukti kepemilikan, dan lisensi. Contoh: Seniman mencatat karya seni mereka di platform berbasis blockchain seperti Verisart . Pelacakan Lisensi dan Royalti: Smar...