Skip to main content

Konon Katanya (2)

4. Arga: Lintasan Tanpa Goresan

Jauh dari pesisir, di kota itu, yang serba bersih dan berkilau, Arga menjalani harinya di balik kaca gedung tinggi yang memantulkan cahaya matahari, membuat ruangan menjadi sejuk dan dingin. Usianya tak jauh dari Saka. 

Namun nasibnya dipahat dari cetakan yang berbeda. Arga tidak pernah tahu sulitnya meracik angka-angka belanja bulanan atau bernego dengan langin, supaya dicegahnya hujan turun. Ia bekerja di kantor, eksekutif mudar, duduk di balik meja, mengetik pelan, berbicara ringan. Tak perlu tergesa-gesa, tak perlu takut terlambat.

Konon katanya, keluarganya dekat dengan keluarga pemilik perusahaan. Di ruang-ruang rapat, orang menyebut nama ayahnya dengan nada segan. Maka kerja Arga, walau tak menonjol, tetap dirawat. Keberadaannya tak pernah dipertanyakan. Gaji yang masuk ke rekeningnya setiap bulan cukup untuk makan di tempat yang membuat Saka berhenti di depan etalase saja pun tak berani masuk. Arga tak pernah merasakan keringat membasahi punggung karena bekerja di bawah terik; ia lebih mengenal AC dan kopi kekinian.

Arga kadang heran kenapa banyak orang begitu letih bekerja. "Tinggal kerja aja kan? Nggak usah dipikirin berlebihan," katanya suatu kali sambil tertawa pelan di hadapan teman-temannya.

Sementara itu, Saka kembali memacu motor tuanya, dan Mbah Banyu melipat hari-harinya dalam kesunyian yang bersahabat. 

Konon katanya, dunia memang dibagi-bagi buat umat manusia—tapi tak semua dapat bagian yang sama, bahkan ada yang gak kedapetan bagian.


Comments

Popular posts from this blog

Modul HAKI Advanced - Hari 4: Studi Kasus dan Strategi Monetisasi HAKI di Era Modern

Topik Utama: Pemanfaatan HAKI sebagai aset strategis untuk menghasilkan keuntungan di era digital dan globalisasi. Tujuan Pembelajaran: Menganalisis studi kasus monetisasi HAKI yang berhasil dan kegagalannya. Merancang strategi monetisasi HAKI berbasis teknologi modern. Memahami tren dan peluang monetisasi HAKI di masa depan. 1. Studi Kasus Monetisasi HAKI A. Kasus Sukses: LEGO dan Hak Desain Latar Belakang: LEGO mendaftarkan desain bata interlocking mereka sebagai desain industri di seluruh dunia. Setelah menghadapi tantangan dari produsen tiruan, LEGO berhasil mempertahankan hak desainnya di beberapa yurisdiksi. Strategi Monetisasi: Menggunakan hak desain untuk mencegah pesaing membuat produk serupa. Memperluas merek dengan lisensi, seperti film LEGO dan kemitraan dengan franchise lain (misalnya, Star Wars). Pembelajaran: Perlindungan HAKI yang kuat memungkinkan perusahaan mempertahankan pangsa pasar. Diversifikasi merek menciptakan peluang monetisasi baru. B. Kasus Gagal: Nokia dan...

Modul HAKI DASAR Hari 4: Penegakan Hukum dan Pelanggaran HAKI

  Topik Utama: Tantangan, Solusi, dan Penanganan Royalti Tujuan Pembelajaran: Memahami mekanisme penegakan hukum HAKI di Indonesia. Mengidentifikasi tantangan dalam perlindungan HAKI. Mengetahui cara menarik royalti dari karya yang dilindungi HAKI. 1. Penegakan Hukum HAKI di Indonesia Penegakan hukum HAKI bertujuan melindungi hak pemilik dari pelanggaran seperti pembajakan, peniruan merek, atau penggunaan tanpa izin. Mekanisme Penegakan Hukum: Non-Litigasi (Di Luar Pengadilan): Mediasi dan Negosiasi: Penyelesaian sengketa secara damai antara pihak yang bersengketa. Arbitrase: Menggunakan lembaga arbitrase seperti BANI untuk penyelesaian cepat tanpa pengadilan. Litigasi (Melalui Pengadilan): Ajukan gugatan ke Pengadilan Niaga untuk sengketa merek, desain industri, atau paten. Proses melibatkan pemeriksaan bukti dan keputusan hakim. Laporan Pidana: Pelanggaran HAKI dapat dilaporkan ke polisi karena termasuk tindak pidana. Dasar hukum: UU HAKI terkait, seperti UU No. 20 Tahun 2016...

Program Expert HAKI - Hari 3: Teknologi Canggih untuk Perlindungan HAKI

Topik Utama: Integrasi teknologi modern seperti blockchain, AI, dan NFT untuk meningkatkan perlindungan, pengelolaan, dan monetisasi HAKI. Tujuan Pembelajaran: Memahami aplikasi teknologi blockchain, AI, dan NFT dalam pengelolaan HAKI. Mengembangkan sistem otomatisasi untuk mencatat, melacak, dan melindungi aset HAKI. Menganalisis tantangan dan peluang yang muncul dari adopsi teknologi canggih di bidang HAKI. 1. Blockchain untuk Perlindungan dan Pengelolaan HAKI A. Apa itu Blockchain? Definisi: Teknologi ledger digital yang mencatat transaksi secara transparan, aman, dan tidak dapat diubah. Keunggulan: Meningkatkan kepercayaan dalam mencatat kepemilikan HAKI. Mencegah pemalsuan data kepemilikan atau distribusi. B. Aplikasi Blockchain dalam HAKI Pencatatan Hak Cipta: Blockchain digunakan untuk mencatat waktu penciptaan karya, bukti kepemilikan, dan lisensi. Contoh: Seniman mencatat karya seni mereka di platform berbasis blockchain seperti Verisart . Pelacakan Lisensi dan Royalti: Smar...