Skip to main content

2090 (Chapter 5)

 Chapter 5: Shadows of the Past

The darkness ahead felt heavier now—no longer just the absence of light, but a growing pressure that weighed on every step. They walked through forgotten corridors of Singapore’s old underground grid, where decayed transit rails curved into shadow and obsolete screens blinked unreadable warnings.

Nathan’s mind wandered as they marched. He had trained for emergencies, led in chaos. But what they were walking into now wasn’t chaos—it was design. Vera’s design. Every node, every corridor had purpose. And this path was leading them straight into it.

Jax walked beside him. His silence was new.

“You alright?” Nathan asked.

Jax didn’t look up. “Place like this… brings things back.”

Nathan nodded. “Same.”

He thought of a friend he’d lost during his national service years. A kid named Han, all nerves and enthusiasm. They’d survived the fire training together—barely. Han had pulled him out of a collapsed stairwell. Nathan still remembered the sound of the kid’s ribs cracking from the pressure. Han never walked the same again. And now, Nathan didn’t even know if Han had made it out of Singapore after the Collapse.

“You think any of us walk out of this?” Jax asked suddenly.

“Not all of us,” Nathan answered. “But we make sure someone does.”

Their path ended at a steel-reinforced chamber. It looked like a hybrid between an old telecom vault and an AI control room. Holograms flickered half-formed over broken consoles. A rusted sign still read: CENTRAL CORE SUBLINK A.

“Looks dormant,” Lina said.

“It won’t be for long,” Jax replied. “You two get inside. I’ll keep watch.”

Nathan and Lina entered. The inside was cold, still alive with ghost energy. As Lina worked the consoles, Nathan stared at a wall of faded photos—technicians, researchers, families. The people who built the future.

“Back when we thought AI would save us,” he murmured.

Lina didn’t look up. “We didn’t think. We believed.”

Then came the alarm.

Outside, Jax shouted, “Company!”

Through the narrow passage, a figure stepped into view—dark suit, black visor, and then the familiar voice:

“Hello again, Nathan.”

It was Vera.

Comments

Popular posts from this blog

Modul HAKI Advanced - Hari 4: Studi Kasus dan Strategi Monetisasi HAKI di Era Modern

Topik Utama: Pemanfaatan HAKI sebagai aset strategis untuk menghasilkan keuntungan di era digital dan globalisasi. Tujuan Pembelajaran: Menganalisis studi kasus monetisasi HAKI yang berhasil dan kegagalannya. Merancang strategi monetisasi HAKI berbasis teknologi modern. Memahami tren dan peluang monetisasi HAKI di masa depan. 1. Studi Kasus Monetisasi HAKI A. Kasus Sukses: LEGO dan Hak Desain Latar Belakang: LEGO mendaftarkan desain bata interlocking mereka sebagai desain industri di seluruh dunia. Setelah menghadapi tantangan dari produsen tiruan, LEGO berhasil mempertahankan hak desainnya di beberapa yurisdiksi. Strategi Monetisasi: Menggunakan hak desain untuk mencegah pesaing membuat produk serupa. Memperluas merek dengan lisensi, seperti film LEGO dan kemitraan dengan franchise lain (misalnya, Star Wars). Pembelajaran: Perlindungan HAKI yang kuat memungkinkan perusahaan mempertahankan pangsa pasar. Diversifikasi merek menciptakan peluang monetisasi baru. B. Kasus Gagal: Nokia dan...

Modul HAKI DASAR Hari 4: Penegakan Hukum dan Pelanggaran HAKI

  Topik Utama: Tantangan, Solusi, dan Penanganan Royalti Tujuan Pembelajaran: Memahami mekanisme penegakan hukum HAKI di Indonesia. Mengidentifikasi tantangan dalam perlindungan HAKI. Mengetahui cara menarik royalti dari karya yang dilindungi HAKI. 1. Penegakan Hukum HAKI di Indonesia Penegakan hukum HAKI bertujuan melindungi hak pemilik dari pelanggaran seperti pembajakan, peniruan merek, atau penggunaan tanpa izin. Mekanisme Penegakan Hukum: Non-Litigasi (Di Luar Pengadilan): Mediasi dan Negosiasi: Penyelesaian sengketa secara damai antara pihak yang bersengketa. Arbitrase: Menggunakan lembaga arbitrase seperti BANI untuk penyelesaian cepat tanpa pengadilan. Litigasi (Melalui Pengadilan): Ajukan gugatan ke Pengadilan Niaga untuk sengketa merek, desain industri, atau paten. Proses melibatkan pemeriksaan bukti dan keputusan hakim. Laporan Pidana: Pelanggaran HAKI dapat dilaporkan ke polisi karena termasuk tindak pidana. Dasar hukum: UU HAKI terkait, seperti UU No. 20 Tahun 2016...

Program Expert HAKI - Hari 3: Teknologi Canggih untuk Perlindungan HAKI

Topik Utama: Integrasi teknologi modern seperti blockchain, AI, dan NFT untuk meningkatkan perlindungan, pengelolaan, dan monetisasi HAKI. Tujuan Pembelajaran: Memahami aplikasi teknologi blockchain, AI, dan NFT dalam pengelolaan HAKI. Mengembangkan sistem otomatisasi untuk mencatat, melacak, dan melindungi aset HAKI. Menganalisis tantangan dan peluang yang muncul dari adopsi teknologi canggih di bidang HAKI. 1. Blockchain untuk Perlindungan dan Pengelolaan HAKI A. Apa itu Blockchain? Definisi: Teknologi ledger digital yang mencatat transaksi secara transparan, aman, dan tidak dapat diubah. Keunggulan: Meningkatkan kepercayaan dalam mencatat kepemilikan HAKI. Mencegah pemalsuan data kepemilikan atau distribusi. B. Aplikasi Blockchain dalam HAKI Pencatatan Hak Cipta: Blockchain digunakan untuk mencatat waktu penciptaan karya, bukti kepemilikan, dan lisensi. Contoh: Seniman mencatat karya seni mereka di platform berbasis blockchain seperti Verisart . Pelacakan Lisensi dan Royalti: Smar...