Skip to main content

edit in lightroom?

 Foto ini sudah cukup bagus untuk malam hari! Untuk meningkatkan hasilnya lebih lagi, berikut beberapa saran editing di Lightroom Mobile yang bisa kamu coba:

  1. Light:

    • Exposure: Tambah sedikit exposure jika kamu ingin gedung lebih terlihat jelas, sekitar +0.1 atau +0.2.
    • Contrast: Tambah kontras sekitar +10 hingga +15 untuk mempertegas detail gedung.
    • Highlights: Kurangi sedikit, sekitar -10, untuk mengurangi kecerahan berlebih pada lampu gedung.
    • Shadows: Tingkatkan sedikit, +10 hingga +20, agar area gelap lebih terlihat detail.
  2. Color:

    • Temperature: Sesuaikan agar warna terlihat alami. Jika terlalu kuning, turunkan sedikit temperature sekitar -5 hingga -10.
    • Tint: Tambahkan sedikit tint jika ingin menghangatkan warna.
    • Vibrance: Tingkatkan sekitar +10 untuk membuat warna gedung lebih hidup.
    • Saturation: Sesuaikan dengan keinginan, tapi jangan terlalu tinggi agar tetap natural.
  3. Effects:

    • Clarity: Tambahkan clarity sekitar +10 hingga +15 untuk mempertajam detail pada gedung.
    • Dehaze: Tambahkan dehaze sekitar +5 hingga +10 untuk menambah kontras pada area kabut atau asap.
  4. Detail:

    • Noise Reduction: Tingkatkan noise reduction sekitar +20 hingga +30 untuk mengurangi noise pada langit dan bagian gelap.
    • Sharpening: Sesuaikan sharpening sekitar +10 untuk mempertegas detail tanpa menambah noise baru.
  5. Crop & Straighten: Jika perlu, sesuaikan crop agar horizon lurus atau agar komposisi terlihat lebih menarik.

Setelah itu, kamu bisa melihat perbedaannya. Jika masih ada noise yang cukup mengganggu, bisa mencoba menambah sedikit noise reduction lagi. Selamat mencoba, Sam, dan semoga hasilnya sesuai dengan harapan!

Comments

Popular posts from this blog

Modul HAKI Advanced - Hari 4: Studi Kasus dan Strategi Monetisasi HAKI di Era Modern

Topik Utama: Pemanfaatan HAKI sebagai aset strategis untuk menghasilkan keuntungan di era digital dan globalisasi. Tujuan Pembelajaran: Menganalisis studi kasus monetisasi HAKI yang berhasil dan kegagalannya. Merancang strategi monetisasi HAKI berbasis teknologi modern. Memahami tren dan peluang monetisasi HAKI di masa depan. 1. Studi Kasus Monetisasi HAKI A. Kasus Sukses: LEGO dan Hak Desain Latar Belakang: LEGO mendaftarkan desain bata interlocking mereka sebagai desain industri di seluruh dunia. Setelah menghadapi tantangan dari produsen tiruan, LEGO berhasil mempertahankan hak desainnya di beberapa yurisdiksi. Strategi Monetisasi: Menggunakan hak desain untuk mencegah pesaing membuat produk serupa. Memperluas merek dengan lisensi, seperti film LEGO dan kemitraan dengan franchise lain (misalnya, Star Wars). Pembelajaran: Perlindungan HAKI yang kuat memungkinkan perusahaan mempertahankan pangsa pasar. Diversifikasi merek menciptakan peluang monetisasi baru. B. Kasus Gagal: Nokia dan...

Modul HAKI DASAR Hari 4: Penegakan Hukum dan Pelanggaran HAKI

  Topik Utama: Tantangan, Solusi, dan Penanganan Royalti Tujuan Pembelajaran: Memahami mekanisme penegakan hukum HAKI di Indonesia. Mengidentifikasi tantangan dalam perlindungan HAKI. Mengetahui cara menarik royalti dari karya yang dilindungi HAKI. 1. Penegakan Hukum HAKI di Indonesia Penegakan hukum HAKI bertujuan melindungi hak pemilik dari pelanggaran seperti pembajakan, peniruan merek, atau penggunaan tanpa izin. Mekanisme Penegakan Hukum: Non-Litigasi (Di Luar Pengadilan): Mediasi dan Negosiasi: Penyelesaian sengketa secara damai antara pihak yang bersengketa. Arbitrase: Menggunakan lembaga arbitrase seperti BANI untuk penyelesaian cepat tanpa pengadilan. Litigasi (Melalui Pengadilan): Ajukan gugatan ke Pengadilan Niaga untuk sengketa merek, desain industri, atau paten. Proses melibatkan pemeriksaan bukti dan keputusan hakim. Laporan Pidana: Pelanggaran HAKI dapat dilaporkan ke polisi karena termasuk tindak pidana. Dasar hukum: UU HAKI terkait, seperti UU No. 20 Tahun 2016...

Program Expert HAKI - Hari 3: Teknologi Canggih untuk Perlindungan HAKI

Topik Utama: Integrasi teknologi modern seperti blockchain, AI, dan NFT untuk meningkatkan perlindungan, pengelolaan, dan monetisasi HAKI. Tujuan Pembelajaran: Memahami aplikasi teknologi blockchain, AI, dan NFT dalam pengelolaan HAKI. Mengembangkan sistem otomatisasi untuk mencatat, melacak, dan melindungi aset HAKI. Menganalisis tantangan dan peluang yang muncul dari adopsi teknologi canggih di bidang HAKI. 1. Blockchain untuk Perlindungan dan Pengelolaan HAKI A. Apa itu Blockchain? Definisi: Teknologi ledger digital yang mencatat transaksi secara transparan, aman, dan tidak dapat diubah. Keunggulan: Meningkatkan kepercayaan dalam mencatat kepemilikan HAKI. Mencegah pemalsuan data kepemilikan atau distribusi. B. Aplikasi Blockchain dalam HAKI Pencatatan Hak Cipta: Blockchain digunakan untuk mencatat waktu penciptaan karya, bukti kepemilikan, dan lisensi. Contoh: Seniman mencatat karya seni mereka di platform berbasis blockchain seperti Verisart . Pelacakan Lisensi dan Royalti: Smar...